Langsung ke konten utama

Indonesia and International Trade

Peran Indonesia dalam Perdagangan Internasional

Tidak ada satu negara pun yang bisa hidup sendiri. Pastinya setiap negara mempunyai barang keunggulan yang mereka produksi , seperti Jepang dan Amerika dengan keunggulan Teknologinya, negara di kawasan Asia Tenggara dan Amerika Latin dengan sumber daya alam yang melimpah dan banyak lainnya. Kita mengetahui barang yang biasa kita pakai sehari – hari seperti Handphone, Motor, AC , Mobil, Pakaian bahkan bahan makanan yang kita konsumsi setiap hari nya merupakan barang yang didatangkan dari Luar Negeri.
Lalu bagaimana barang tersebut bisa masuk ke Negara kita? Siapa yang menjual dan siapa yang membeli? Dan apakah Indonesia juga melakukan hal tersebut?
Dalam Blog ini akan dibahas lebih lanjut mengenai apa itu perdagangan Internasional dan Peran Indonesia dalam Perdagangan Internasional.
Seperti yang kita ketahui Perdangangan Internasional adalah proses jual beli atau perdagangan antar suatu negara, perusahaan atau pun Individu dengan pihak yang ada di luar negeri atas kesepakatan bersama dan dalam jangka waktu tertentu.
Menurut Adam Smith dalam Teorinya Keunggulan mutlak menyatakan bahwa setiap negara akan memperoleh manfaat apabila melakukan spesialisasi pada produk yang mempunyai efisiensi produksi lebih baik dari negara lain dan melakukan perdagangan Internasional dengan negara lain yang mempunyai kemampuan spesialisasi pada produk yang tidak dapat di produksi negara tersebut secara efisien ( Adam Smith, 1776 ) dan menurut David Ricardo dalam teori keunggulan komparatif , perdagangan Internasional terjadi apabila ada perbedaan keunggulan komparatif antar negara, dengan memberlakukan spesialisasi produksi karena dapat menghasilkan produk yang relatif lebih rendah dibandingakan negara lain ( David Ricardo, 1817 )
Adapun faktor yang membentuk dan mendorong terjadinya Perdagangan Internasional antara lain :
  Pemenuhan Kebutuhan. Suatu negara pastinya membutuhkan barang ataupun jasa produksi dari luar untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya, sebagai contoh Indonesia belum bisa memproduksi sendiri Sepada motor di dalam negeri yang menjadikan Indonesia harus mengimpor Sepada motor dari Jepang untuk memenuhi permintaan dari konsumen yang ada di Indonesia
  Memperoleh keuntungan dan cadangan devisa. Tentu saja siapapun yang melakukan transaksi jual beli pastinya ingin memperoleh keuntungan sebesar besarnya dari hasil berdagang tersebut sama halnya dengan sebuah negara yang tentu mencari keuntungan dari hasil transaksi internasional tersebut dan memperoleh devisa negara dalam valuta asing untuk menjadi cadangan devisa negara
  Pertukaran Teknologi. Suatu negara yang masih berkembang seperti Indonesia tentu saja ingin terus mengembangkan produksi nya ke arah yang semakin modern di era globalisasi ini, untuk mencapai hal tersebut tentunya memerlukan pertukaran teknologi dengan mempelajari teknologi yang sudah lebih maju untuk meningkatkan jumlah produksi dalam negeri.
  Kelebihan produksi dan pemasaran yang lebih luas. Banyak perusahaan yang berorientasi tidak hanya dalam negeri tetapi juga keluar negeri. Faktor tersebut membuat suatau perusahaan atau produsen barang tertentu juga memproduksi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga bisa dipasarkan ke luar negeri. Dengan cara tersebut produsen juga bisa memproduksi barangnya dan meraih pasar internasional.
  Selain itu faktor Kerjasama politik dan menjalin hubungan baik antar negara merupakan faktor penentu terjadinya perdagangan Internasional.

Bagaimana dengan Indonesia? Apa peran Indonesia dalam perdangangan Internasional?

Indonesia sendiri sudah mengenal perdagangan Internasional sudah beratus tahun lamanya dimulai dari para pedagang dari Asia seperti Arab,India,Cina dan berbagai macam bangsa di masa lalu. Para pedagang di masa lalu menganggap Indonesia adalah kawasan strategis untuk berdagang dan menjadi jalur perdagangan yang sangat menguntungkan dengan kondisi geografisnya. Pada zaman dahulu lebih dikenal dengan barter antar barang yang dibutuhkan, disini terlihat faktor saling membutuhkan antar kedua pihak dalam melakukan perdagangan internasional. Yang berbeda adalah pada zaman tersebut belum mengenal adanya perjanjian, kerjasama dan kesepakatan atau MoU dan barang yang diperjual belikan lebih ke logam mulia ,rempah rempah dan hasil kerajinan. Kemudian semakin banyak yang mengenal Indonesia sebagai penghasil rempah yang baik dan datanglah para pedagang barat ke Indonesia seperti Portugis,Spanyol, Belanda, Inggris dengan maksud yang berbeda beda dan sampai akhirnya dikuasai oleh VOC dari Belanda. Lalu pada awa kemerdekaan Indonesia mulai menargetkan pasarnya ke Amerka Serikat namun usaha tersebut gagal yang dilanjutkan Indonesia dengan menyepakati GATT (General Agreement on Trade and Tariffs) yaitu perjanjian internasional yang mengatur tentang perdagangan internasional setelah perang dunia ke II. GATT bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri yang masih lemah dengan memberlakkan tarif (bea masuk) yang transparan dan tidak merugikan pihak negara lain seperti adanya pambatasan kuota, larangan impor, subsidi dan standart mutu yang akan memberatkan negara pengimpor. (Endang, 2004) kemudian dilajutkan dengan WTO pengganti dari GATT yang dimana Indonesia tergabung didalamnya yang merupakan satu-satunya organisasi internasional yang mengatur perdagangan internasional. (Kementerian Luar Negeri RI, 2014) kemudian Indonesia juga menandatangani kesepakatan kerjasama kawasan pasar bebas di Asia Tenggara yaitu ASEAN Free Trade Area (AFTA) untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam waktu 15 tahun (ASEAN) dan pada 2015 Indonesia menandatangani perjanjian perdagangan bebas kawasan asia MEA (masyarakat ekonomi asean) yang membuat semakin bebasnya barang diperjualbelikan lintas negara tanpa dikenakan pajak atau bea masuk barang, bahkan tidak hanya barang saja tetapi jasa sudah melewati batas negara bahkan tanpa adanya surat izin kerja. Hal ini dapat menguntungkan juga dapat merugikan negara apabila tidak siap menghadapainya, entah dari segi SDM maupun dana yang harus di pertaruhkan di dalam MEA itu sendiri harus dapat mempersiapkan secara matang-matang agar tidak tergilas oleh negara lainnya. Persaingan dalam MEA meliputi tenaga kerja, iptek dan produk ekonomi lainnya. Oleh karena itu negara-negara yang telah bersepakat dalam MEA diharapkan segera membenahi perekonomian negaranya supaya tidak terjajah secara ekonominya. (R. Winantyo, 2008) dan masih banyak lagi kerjasama dalam hal perdagangan yang dilakukan Indonesia hal tersebut membuktikan Indonesia merupakan negara yang cukup berpengaruh dalam hal ekonominya baik di kawasan maupun di dunia. Indonesia juga masuk kedalam Forum G20 yang merupakan kumpulan bagi negara negara ekonomi kuat di dunia. Produk Indonesia dalam beberapa komoditas mengalami peningkatan ekspor yang cukup baik yang dapat dilihat dalam tabel berikut :


tabel diatas merupakan komoditas ekspor utama Indonesia dan menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk bagaimana bisa tetap mengekspor produknya ke pasar global dan bersaing dengan mitra mitra dagang Indonesia lainnya. Komoditas utama ekspor Indonesia .Pertumbuhan ekonomi dunia yang selalu meningkat dari tahun ke tahun membuat Indonesia harus bisa mempunyai daya saing ekonominya yaitu dengan cara :
a.       Menjaga pasar dalam negeri
b.      Memperluas produksi dan suplai domestik
c.       Mengoptimalkan pemanfaatan peluang perubahan pasar global,khususnya dari kerjasama ekonomi internasional seperti: ASEAN Economic Community, ASEAN +3 ,APEC,WTO, dll.
d.      Menyesuaikan terhadap perubahan peradaban dan perilaku ekonomi karena fenomena berpindahnya pusat gravitasi dari barat ke timur.
Diharapkan untuk kedepannya Indonesia lebih bisa berperan dalam Perdangan Internasional dan menjadi negara tujuan kerjasama ekspor impor yang besar dan menjadi negara referensi harga dunia. Dengan dilihat dari analisa diatas tentunya Pemerintah harus bisa meningkatkan daya saing Indonesia dalam perdagangan global dan lebih bisa membuat produk indonesia terutama komoditas utamanya menjadi produk yang dunggulkan di pasar internasional selain itu karena daya saing merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan suatu Negara di dalam perdagangan internasional.






References

ASEAN. (n.d.). History AFTA. Retrieved from ASEAN.org: http://asean.org/asean-economic-community/asean-free-trade-area-afta-council/
Endang, d. (2004). Perekonomian indonesia. Medan: Universitas Islam Sumatera Utara.
Kementerian Luar Negeri RI. (2014, Januari 8). World Trade Organization (WTO). Retrieved from Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia : http://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/kerjasama-multilateral/Pages/World-Trade-Organization-(WTO).aspx
Kementerian Perdagangan RI. (2016). 10 Komoditi Utama dan Potensial. Retrieved from Kementerian Perdagangan RI: http://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/10-main-and-potential-commodities
R. Winantyo, d. (2008). Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) 2015. Jakarta: Gramedia. Retrieved from R. Winantyo, dkk. Masyarakat Ekonomi Asean(MEA) 2015.(Jakarta: Gramedia, 2008), 3.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coklat Jepang berasal dari Indonesia?

Coklat Jepang berasal dari Indonesia?   Halo guys di bahasan kali ini akan membahas mengenai hal yang cukup menarik nih.. Kalian pasti pernah merasakan snack – snack asal Jepang seperti Pocky, Meiji, Chokobi, Glico Ice Cream, Apollo dan masih banyak lagi. Kebanyakan makanan ringan diatas terdiri dari bahan utama yaitu coklat. Di Jepang sendiri coklat memang tidak terlalu populer sebagai makanan utama bagi masyarakatnya kayak orang orang Barat sana, tapi jangan salah guys! Sekarang banyak masyarakat Jepang yang mulai mengkonsumsi berbagai olahan dan varian coklat loh itu kenapa permintaan coklat di Jepang semakin meningkat. Coklat identik dengan rasa manis dan pahit yang dipadukan menjadi satu rasa yang khas. Hmm... bayanginnya aja udah bikin ngiler ya? Untuk para pecinta coklat mereka rela berkeliling dunia dan mengeluarkan kocek yang dalam untuk membeli coklat yang mereka suka. Nah! Kalian tau gak sih bahan dasar coklat itu apa? Susu? Gula? Kacang? Ehmm.. ga salah ko...